Mendadak Pengen Pindah

Kadang, kita ga pernah mengira sesuatu akan terjadi secara mendadak, jadinya ngelakukan sesuatu tanpa persiapan yang mateng. Kaya waktu gue beli tiket konser Larc en ciel beberapa waktu lalu secara dadakan. Siangnya gue ngantor, sorenya gue langsung nonton konser. Maklum, gue udah ngefans banget sama Larc en Ciel ini dari jaman SMA dulu, tapi gue ga punya persiapan apa-apa untuk konser itu, apalagi bawa Kamera.

Satu-satunya senjata gue adalah hp. Walaupun hp gue standar banget, ya setidaknya bisa buat update lah.

Tapi ya untuk momen-momen tertentu, gue ga bisa ngandelin hp gue yang standar itu. Sejenis kameranya yang kurang asik buat foto apalagi buat share ke twitter.

Gue sempet kepikiran buat ganti hp, sekarang emang banyak banget pilihan hp di pasaran. Gue pengennya ga mau terjebak nostalgia dengan jenis yg sama dengan hp gue lagi. Pengen sesuatu yang baru. Read the rest of this entry »

Lenka – Lembur is A Friend

Akhir-akhir ini gue sering banget lembur. Di saat Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna berseteru dengan Eyang Subur, gue malahan berkutat dengan Lembur. Iya ini ga nyambung.

Lembur emang bisa dibilang masalah, tapi bagaimanapun juga masalah harus kita hadapi bukan untuk dihindari dan kalo kata Lenka “Trouble Is Friend”.

Menurut gue lagu Lenka yang “Trouble Is A Friend” itu pas banget dengan kondisi gue saat ini. Kaya mau kemanapun kita pergi, masalah pasti bakalan mengikuti. Tugas kita jangan biarkan si masalah ini menang melawan kita.

Gue udah lama suka sama Lenka, sejak lagu pertama dia yang “The Show”, menurut gue lagunya lucu tapi cerdas dan pas banget masuknya, lagu yang genre indie pop dan ga mainstream dengan lagu-lagu yang sekarang lagi hits. Read the rest of this entry »

Es Dawet Ireng, Si Hitam yang Manis dan Segar

Selama ini, yang namanya Dawet atau bisa disebut juga Cendol itu warnanya Hijau. Kaya agan-agan di kaskus yang selalu minta Ijo-ijo, artinya minta Cendol.

Sewaktu melewati bilangan Jagakarsa, kebetulan lagi haus dan pengen ngadem. Akhirnya mampir deh ke warung Dawet ini. Menarik juga, secara gue belum pernah nyobain yang namanya Es Dawet Ireng yang merupakan Khas dari Butuh, Purworejo ini.

Bentuk dagangannya sih mirip dengan Es Dawet Ayu khas Banjarnegara yang selama ini sering dijumpai di jalanan di Jakarta.

Es Dawet Ireng
Tampak luar dari warung Es Dawet Ireng di Jl. Jagakarsa

Baca Selengkapnya┬╗

Ngebolang di Calon Ibukota Negara RI

Sejak dulu, kota ini disebut-sebut sebagai calon Ibukota Negara RI yang dicetuskan oleh Bung Karno. Penasaran kaya apa sih kota yang diancang-ancang mau dijadikan Ibukota Negara, guepun tertarik ngebolang ke kota ini, Palangka Raya.

Palangka Raya, dari namanya aja udah ada kata “Raya” yang artinya besar. Ternyata ekspektasi gue terhadap kota ini salah. Bisa dibilang, kota ini kecil lho dan relatif sepi, bila dibandingkan dengan Ibukota Provinsi lainnya. Maklum, Palangka Raya ini sebelum Indonesia merdeka belum ada. Kota ini dibentuk sendiri oleh Presiden Soekarno tahun 1957 lalu, dulunya daerah ini adalah hutan belantara.

Perjalanan dari Jakarta menuju Palangka Raya ditempuh selama 1 jam 20 menit dengan pesawat. Pesawatnya juga gak begitu banyak, 1 hari cuma 1-2 kali penerbangan, tapi ada 3 maskapai sih (Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air). Banyak yang berpikiran, kalo Palangka Raya ini di Kalimantan, jadi mikir ini jauh banget. Padahal ini lebih dekat kalo dibandingin Jakarta – Bali lho..

Sebelum mendarat di Palangka Raya, kita akan disuguhkan dengan pemandangan Hutan Rawa-Rawa, gak keliatan gunung sama sekali di sini. Turun dari pesawat, siap-siap kepanasan dan gerah. Karena di sini panasnya itu panas lembab. Jadi gerah yang bawaannya pengen keramas terus. *lho*

Bandara di kota ini namanya Bandara Tjilik Riwut. Sesuai dengan namanya, bandara ini cilik (kecil) hehe.. Sampai di sana pun cuma ada 1 pesawat kita aja yg mendarat.

Bandara di kota Palangka Raya

Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya

Baca Selengkapnya..

Ketemu dengan Guru Les Tercantik :')

4 tahun lalu, tepatnya bulan September 2009 gue bikin tulisan tentang Guru Les Fenomenal ini, yaitu Sarah Aprilia. Karena dulu gue sempet pernah jadi Guru Les, makanya gue dulu memposting Sarah Aprilia ini.

Bagi yang belum tau siapa Sarah Aprilia, secara singkat dia itu adalah Guru Les yang dateng ke rumah, kenapa dia heboh? Karena dia bikin iklan dengan sebarin poster di sekolah-sekolah, halte, dan pinggir-pinggir jalan kaya gini:


Kartu nama dan video-nya pun viral banget di Internet

Baca Selengkapnya

Perjalanan Panjang Memperpanjang Paspor

Berhubung paspor gue udah expired sejak 11 September 2011 kemaren, gue sekarang menyempatkan diri buat ngurus Paspor secara mandiri, ga pake calo, ga pake biro jasa, ga pake perantara/kenalan. Pokoknya pure usaha gue sendiri.

:yess:


Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

Syarat memperpanjang paspor:

  1. Sabar
  2. Pengendalian Diri
  3. Perbanyak Istigfar
  4. KTP beserta copy-annya
  5. Kartu Keluarga beserta copy-annya
  6. Akte/Ijazah/Surat Nikah beserta copy-annya.
  7. Paspor lama

Inget ya, semua kopinya harus dalam bentuk A4, jangan dipotong jadi kecil kaya KTP asli. Tapi ga usah diperbesar juga kopinya jadi ukuran A4. Read the rest of this entry »

Switch to our mobile site