Persamaan dan Perbedaan antara Wakaf, Hadiah, dan Hibah

Pada dasarnya, wakaf, hibah, dan hadiah adalah suatu hal yang serupa, ketiganya berhubungan dengan memberikan sesuatu secara sukarela kepada orang lain dengan ketentuan dan tujuan tertentu.

WAKAF

Secara bahasa dan istilah, wakaf berarti menahan. Wakaf dapat didefinisikan sebagai menahan pokok berupa harta benda dan mengalirkan manfaat-manfaatnya di jalan Allah.

Sehingga wakaf adalah harta yang dapat diambil manfaatnya untuk dipergunakan pada hal-hal berguna yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan syariat islam. Sedekah adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain baik itu berupa benda, jasa, maupun aktivitas dengan tujuan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Wakaf disebut juga bagian dari sedekah, namun manfaatnya tidak habis pada saat itu juga, tetapi untuk jangka waktu yang lama, sehingga syarat sah amalam wakaf adalah “selama-lamanya” dengan demikian wakaf tidak dibatasi oleh waktu. Selain itu benda atau harta yang sudah diwakafkan tidak boleh diambil/diminta kembali. Amalan wakaf tidak akan pernah putus meskipun jasad telah tiada, dengan demikian wakaf disebut juga sedekah jariyah.

HADIAH

Hadiah merupakan pemberian sesuatu, baik harta atau benda, milik seseorang kepada orang lain sebagai ungkapan terima kasih, atau penghormatan atas suatu prestasi tanpa adanya harapan akan imbalan. Dalam Islam, hukum memberikan hadiah adalah boleh, karena merupakan salah satu yang berhubungan dengan sesama manusia. Sama seperti halnya wakaf, hadiah boleh diberikan kepada siapapun tanpa adanya ketentuan syarat sah, selama dalam pemberian hadiah tersebut terdapat tujuan untuk kebaikan, bukan didasari maksud tersembunyi. Sifat hadiah ialah tidak bersifat wajib, tidak ada ketentuan maupun syarat siapa yang berhak ataupun menerima hadiah. Selain itu tidak ada batas minimal maupun maksimal jumlah hadiah yang diberikan kepada orang lain. Barang yang dijadikan hadiah bisa berupa barang sekali pakai maupun barang yang tahan lama.

HIBAH

Hibah merupakan pemberian harta ataupun bukan harta milik seseorang kepada orang lain ketika ia hidup dan sehat tanpa disertai kewajiban mengembalikan dan tanpa mengharapkan imbalan. Dengan demikian, barang yang sudah diberikan menjadi hak milik orang lain. Pada dasarnya hibah dengan hadiah adalah sama, namun ada perbedaan antara hibah dan hadiah, karena hibah diatur dalam ketentuan Pasal 1666 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Demi menghindari gugatan hukum akibat sengketa warisan, maka pemberi hibah dan yang dihibahkan/ahli waris harus memiliki perjanjian hitam di atas putih. Barang yang telah dihibahkan tidak boleh ditukar.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan unsur-unsur persamaan dan perbedaan antara Wakaf, Hadiah, dan Hibah dalam matriks berikut ini:

Unsur

Wakaf

Hadiah

Hibah

Definisi harta yang dapat diambil manfaatnya untuk dipergunakan pada hal-hal berguna yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan syariat islam pemberian sesuatu, baik harta atau benda, milik seseorang kepada orang lain sebagai ungkapan terima kasih, atau penghormatan atas suatu prestasi tanpa adanya harapan akan imbalan. pemberian harta ataupun bukan harta milik seseorang kepada orang lain ketika ia hidup dan sehat tanpa disertai kewajiban mengembalikan dan tanpa mengharapkan imbalan.
Syarat wakaf tidak dibatasi oleh waktu (bersifat selama-lamanya)

benda atau harta yang sudah diwakafkan tidak boleh diambil/diminta kembali

hadiah boleh diberikan kepada siapapun tanpa adanya ketentuan syarat sah Diberikan pada saat masih hidup dan sehat, barang tidak dapat ditukar.
Tujuan Dipergunakan untuk diambil manfaatnya pada hal-hal berguna oleh masyarakat sesuai syariat islam Sebagai ungkapan terima kasih, atau penghormatan atas prestasi. Memberikan harta milik seseorang kepada orang lain
Ketentuan pemberian Akta ikrar wakaf sebagai bukti kehendak mewakafkan Tidak ada ketentuan pemberian Pasal 1666 KUHPer, pemberian hibah harus di atas hitam dan putih

Daftar Pustaka:

  • Agustina, Rosa dkk. (2021). Hukum Perdata.
  • Bin Shalih, Syaikh Muhammad. (2008). Panduan Wakaf Hibah dan Wasiat Menurut Al-quran dan As-Sunnah. Jakarta: PT Niaga Swadaya.
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge