Pak Gubernur, Kapan Terkuburnya Pungli di Kuburan?

Hari Jumat tanggal 24 Maret 2016, saya bersama mama saya ziarah ke makam Bapak saya di TPU Kampung Kandang, Ciganjur, Jakarta Selatan. Ada kejadian yang membuat saya kesal kepada petugas perawatan makam atau disebut PHL (Petugas Harian Lepas) sehingga saya memutuskan untuk mengirimkan SMS Pengaduan ke Gubernur DKI Jakarta.

SMS Gubernur

Karena hari Jumat itu adalah sedang long weekend (libur Paskah), maka saya menanti hingga hari kerja, mudah-mudahan ada tindak lanjut dari laporan saya ini.

Pada saat saya buka Facebook, ada teman yang share bawah telah diadakan rapat Gubernur DKI dengan jajarannya, salah satunya membahas mengenai Pungutan Liar di TPU pada Senin 28 Maret 2016. Ternyata ada tindak lanjut dari laporan warga mengenai pungli di TPU. Rapatnya itu tanggal 28 Maret 2016 atau 3 hari setelah saya SMS.

Dari sini terlihat adanya tindak lanjut dari laporan warga, karena saya yakin yang lapor bukan cuma saya aja, dan Rapat ini adalah puncak dari maraknya pungli di TPU.

Buat yang waktunya sedikit, bisa nonton bagian di menit 0:35 – 7:05 aja dan bagian di menit 33:40 – 36:22

Di video ini, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman disemprot habis-habisan sama Pak Gubernur, dengan bukti rekaman Aksi Pungli yang dilakukan oleh Kepala TPU di Jakarta, bukan main-main lho punglinya, yaitu bisa sampe 3x cicilan mobil dan 2x cicilan rumah BTN.

Berapa Biaya Yang Kami Habiskan Untuk Pemakaman di DKI Jakarta?

Berdasarkan pengalaman saya, kami harus merogoh kocek sebesar Rp 3.000.000 untuk biaya pemakaman. Meliputi ijin tempat makam, penggalian, dan papan patok nisan.

Biaya Lainnya?

Ternyata biaya Rp 3.000.000 itu tidak termasuk biaya untuk Batu Nisan Marmer dan Rumput (sesuai standar makam di DKI Jakarta). Untuk melakukan pemasangan itu PHL menyebutkan angka Rp 700.000 untuk pemasangan rumput, dengan alasan musim kemarau. Untuk batu nisan harganya lebih mahal lagi, kita harus membayar Rp 2.700.000.

Harganya fantastis! padahal kalo tanya sana-sini, berdasarkan pengalaman orang lain biaya pemasangan rumput itu Rp 400.000 dan kalo sama batu nisan itu Rp 1.500.000, akhirnya saya mencoba bertanya kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta di facebooknya.

SMS Gubernur

SMS Gubernur

Akhirnya karena saya ga punya waktu untuk mengurus sendiri pembelian Batu Nisan dan Rumput, maka saya menghubungi kantor TPU Kampung Kandang untuk pemasangan batu nisan dan rumput. Saya bertemu dengan orang yg dipanggil Pak Haji Herman. Setelah diminta data nama dan lokasi makam, Pak Haji Herman itu menyebutkan harga Rp 1.800.000 untuk pemasangan batu nisan dan rumput. Lebih murah dari harga yang disodorkan Petugas Perawatan Makam (Rp 2.700.000), tapi saya coba tawar lebih murah, akhirnya dapat Rp 1.700.000. Saya bayar DP 50% cash dan sisanya akan saya transfer.

Seminggu kemudian, saya kembali mengecek dan ternyata sudah selesai pekerjaan pemasangan batu nisan dan rumputnya. Saya pun dikasih nomor rekening BRI atas nama Karwan.

Di sini ada hal yang menarik, yaitu menggunakan rekening orang lain untuk menerima transferan pungutan liar. Jadinya aman dari radar PPATK. 😉

Ada Lagi Biaya Lainnya?

Saya kira dengan membayar sejumlah uang tersebut, urusan saya selesai, ternyata saya masih ditodong oleh Petugas Perawatan Makam untuk biaya perawatan makam dengan tarif Rp 100.000 – 150.000 PERBULAN. Jika tidak membayar, maka makam akan terlantar dan tidak dirawat, seperti makam di sebelah. Karena kebetulan makam di sebelah itu rumputnya tinggi tidak dirawat.

Masa sih kita harus bayar dia untuk pekerjaan yang harus dia kerjakan. Bayangin lho Rp 100ribu perbulan untuk 1 makam. Sedangkan di sana ada berapa ratus makam? Padahal kan mereka digaji buat merawat makam, kalo mereka ga rawat berarti mereka makan gaji buta dong? Makanya akhirnya saya kirim SMS pengaduan ke Gubernur.

Berapa Sih Biaya Resminya?

Menurut Web Dinas Pertamanan dan Pemakaman, biaya retribusi makam di DKI itu murah banget dan bisa gratis bagi warga yang kurang mampu. Yaitu untuk kelas AA.1 (kelas yang paling tinggi) itu cuma Rp 100.000 per 3 tahun. Inget ya per 3 tahun, bukan pertahun. Dan itu kita bayarnya bukan ke Petugas Perawatan Makam PHL atau ke kepala TPU kok, tapi ke BANK DKI. Jadi ga ada tuh transaksi uang di TPU.

SMS Gubernur

Selebihnya ga ada biaya perawatan.  Dari video di atas sudah jelas bahwa tidak ada biaya perawatan untuk makam yang dibebankan ke warga, cukup bayar retribusi 3 tahun sekali. Kalo ada uang tips dari warga itu masih wajar, tapi kalo sampe PHL gak mengurus makam lantaran kita ga bayar uang perawatan makan itu namanya makan gaji buta.

Disclaimer: postingan ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik apalagi menjelang Pilgub, sekedar berbagi pengalaman saya sebagai warga DKI Jakarta yang menginginkan pelayanan yang baik dan bersih dari Pemerintah Provinsi kepada warganya.

    8 Responses to “Pak Gubernur, Kapan Terkuburnya Pungli di Kuburan?”

    1. helga says:

      makin sadis yang maen duit di dalam pemerintah dki ya
      kebayang kalo ga ditindak sama ahok, bakal berapa banyak warga lagi yang harus kena biaya liar itu..

      hmmmmm

    2. Alid Abd says:

      Duh ribet ya ternyata mati di Ibu Kota. Seriusan baru tahu harus bayar segitu banyak untuk pemakaman. Di kampung cuma ditarik uang kematian yang besarannya masih kantongable banget.

    3. Gila yah, sampai urusan kuburan aja dikorupsi. Bener2 ga punya moral

    4. presyl says:

      duh, masih ada yang berani begitu ya, udah banyak ancaman mutasi, diberhentiin, non-job, masih aja banyak yang nakal. bagus du lo laporin, yang nakal nakal begitu emang mestinya ditindak. masih banyak nih PR nya DKI, mudah mudahan bikin kapok dan kepala dinas (nantinya yang baru) bisa ngilangin semua pungli di pemakamam

    5. Wawww…
      Belum masuk berita tivi ini ya…

    6. Amajing…

      Kuburan saja di korupsi

      Berantas pak gubernur sampai akar-akarnya…

    7. khuclukz says:

      waduh, sampai segitunya ya mas.

    8. Bieb says:

      Hi wan. Denger soal harga resmi pemakaman ini baru seminggu lalu dari Tantenya suami. Duh..sayang banget baru tau minggu lalu. Karena setahun lalu gw sama kakak dan adek ngurus biaya perpanjangan makam sampai 700rb untuk 2 makam untuk 3 tahun. Lumayan banget kan?!

    Leave a Reply

    CommentLuv badge