Korelasi Lokasi dengan Pendidikan?

Wew, tenang gak akan ribet atau berat kok bahasannya.

Jadi gini, minggu lalu adalah masa pendaftaran untuk SMA/SMK Negeri di Jakarta. Kebetulan ada tetangga saya yang mempunyai anak yang ingin melanjutkan ke SMA. Tetangga saya menginginkan agar anaknya bisa masuk ke sekolah negeri, ya banyak lah pertimbangan-pertimbangan kenapa ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri, terlebih anak tersebut memiliki nilai yang bisa dibilang lumayan, yaitu 8.5 untuk rata-ratanya.

Sistem pendaftaran SMA/SMK Negeri di Jakarta sudah menggunakan sistem online dan real time sejak tahun 2004 lalu. Jadi bisa mendaftar di sekolah mana saja tanpa harus datang ke sekolah tujuan dan hasilnya real time dan mengurangi ketidaktransparanan. Berhubung ini adalah pengalaman pertama bagi tetangga saya, maka dia bertanya dan berkonsultasi kepada saya.

Saya menganjurkan kepada tetangga saya agar jangan mendaftar di hari pertama pendaftaran, karena sistemnya bukan cepat-cepatan daftar tapi yang menjadi patokan adalah nilai dan juga prioritas pilihan. Apabila ada 5 orang yang nilainya sama, maka peringkat akan diurutkan berdasarkan umur lalu prioritas pilihan. Saya menyarankan agar mendaftar di hari ketiga, sehingga bisa melihat pemetaan sekolah-sekolah yang bisa kita pilih sebagai prioritas.

Dan ternyata tetangga saya tidak sabaran akhirnya dia mendaftar di hari pertama, dengan pilihan sekolah yang passing grade-nya tinggi-tinggi. Alhasil dia terlempar ke sekolah pilihan terakhir, dan ternyata besoknya dia tidak diterima di satupun sekolah pilihannya. Sehingga dia mendaftarkan ulang dengan pilihan sekolah yang berbeda. Akhirnya sih dia diterima di sekolah negeri juga walaupun mendapatkan sekolah yang bukan tujuan utama dia.

Susahnya Dapetin Sekolah Negeri Di Jakarta Selatan

Tetangga saya waktu hari terakhir deg-degan takut-takut anaknya tidak diterima juga, karena nilai-nilai untuk SMA di Jakarta Selatan bisa dibilang lebih tinggi daripada di wilayah kotamadya Jakarta lainnya. Sehingga persaingannya menjadi lebih ketat dan memperkecil peluang untuk diterima di sekolah negeri.

Dari sini saya penasaran, apakah benar-benar susah untuk diterima di sekolah negeri di Jakarta Selatan?

Berdasarkan data-data akhir pendaftaran SMA/SMK Negeri di Jakarta periode pertama (Jadi ada 2 periode, apabila ketika periode pertama ada siswa yang diterima tidak lapor diri, maka akan dihitung sebagai bangku kosong untuk periode kedua) di situs PSB Online Provinsi DKI Jakarta, maka saya mulai menyusunnya dan merekapitulasi untuk bisa lebih mudah dianalisa dan ditarik kesimpulan.

Rekapitulasi Data

Data berikut diambil dari situs PSB Online Provinsi DKI Jakarta. Komposisi SMAN yang ada di Jakarta sebagai berikut:

Setelah nama sekolah, nilai, dan kotamadya digabungkan dan diurutkan dari nilai rata-rata tertinggi, maka bisa dilihat berikut ini adalah 20 besar sekolah berdasarkan nilai rata-rata penerimaan siswa baru. Ternyata Jakarta Selatan mendominasi. (Klik gambar untuk memperbesar)

Lalu peringkatnya saya balik, yaitu diurutkan dari nilai rata-ratanya yang paling rendah, bisa dilihat komposisi dari 20 sekolah di bawah ini.

Berdasarkan urutan 20 besar di atas (dari yang terbesar dan yang terkecil) dapat disusun statistik sederhananya, sebagai berikut:

Bagaimana dengan SMK? Nah karena SMK itu pendaftarannya langsung penjurusan, maka peringkatnya berdasarkan jurusannya. Bisa jadi 1 sekolah bisa muncul lebih dari satu kali karena mempunyai lebih dari 1 jurusan.

Dan berdasarkan rekapitulasi di bawah, ternyata tidak jauh dengan SMA, yaitu untuk 20 besar sekolah dan jurusan, Jakarta Selatan juga mendominasi.

Lalu dibalik, 20 sekolah dan jurusan diurutkan dari nilai rata-ratanya paling rendah seperti berikut ini.

Ya, jadi itu gambaran atas fenomena yang terjadi. Sesuai dengan judul di atas, apakah ada korelasi antara lokasi sekolah yaitu kotamadya di Jakarta dengan nilai untuk dapat diterima di sekolah negeri? Terlebih ini merupakan sama-sama wilayah Jakarta, beda lagi apabila variabelnya diganti dengan wilayah lain diluar Jakarta.

Kemungkinan yang bisa terjadi adalah karena:

  1. Sekolah swasta di luar Jakarta Selatan lebih bagus dibandingkan dengan sekolah negeri, sehingga masyarakat yang tinggal di luar Jakarta Selatan lebih memilih sekolah di sekolah swasta.
  2. Suasana lingkungan di Jakarta Selatan lebih nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
  3. Masyarakat di luar Jakarta Selatan justru menyekolahkan anaknya di sekolah di wilayah Jakarta Selatan.
  4. Pemetaan pemerintah untuk Jakarta Selatan sebagai pusat pendidikan.
  5. …… (Ada yang mau menambahkan mungkin?)

Jadi poin-poin di atas hanyalah “kemungkinan” saja tanpa diketahui benar atau tidaknya (hanya pendapat pribadi). So bagi yang punya pendapat lain bisa di-share di sini. hehe.. Oh iya saya bukan bermaksud memsuperiorkan salah satu wilayah, ini hanya sekedar sharing aja tanpa ada maksud yang lain.

Lalu bagi yang tahun depan akan mendaftarkan anak/keponakan/adik/sepupu/kakak/cucu ke SMA/SMK Negeri di Jakarta, bisa didownload file mentahan dari data di atas (versi komplitnya) sebagai pertimbangan agar pilihannya tepat.

    49 thoughts on “Korelasi Lokasi dengan Pendidikan?

    1. kalau saja masyarakat baca info ini, mungkin mereka ngga panik.
      btw, kepala dinas pendidikannya ngga berani terus terang apa sebabnya ‘hang’ di server pendaftaran online itu. hhmm…. *bertanya2curiga* :cpd:

      1. @Eriek, hihi, jadi tahun ini dinas pendidikan DKI mau “coba-coba” mandiri, tanpa campur tangan dari pihak luar (yaitu telkom selaku penyedia layanan SIAP PSB Online ini) dengan menggunakan sistem dan server sendiri

        alhasil, karena sistem dan servernya belum siap, maka dinas pendidikan Provinsi DKI Jakarta balik lagi menggunakan jasa telkom ini :p

    2. Kasian dech enggak di anggap :d … Padahal kalow dengerin omongan dikau pasti enggak ky gitu yah nasibnya :cpd … Emang yang muda suaranya kurang didenger….

    3. Dulu SMA-nya dimana Du?
      begini deh kalo kerja di kementrian pendidikan, lebih pas kalo nulis soal sekolah. *sotoy*. hihi..
      Penting bgt nih infonya sbg bahan masukan bagi adek-adek yg mau masuk SMAN or para orangtua di Jakarta dsk.
      Dan saya senang dulu SMA-nya negeri. *ga ada yg nanya* 😐

    4. kalo keadaannya kek gini
      harusnya sekolah” di luar Jaksel mengkebut sistem pendidikannya
      biar gak mau kalah dan bisa menyalip di tahun” selanjutnya

      biar rata gituh :tipi: :super2:
      .-= deady´s last blog ..seperti perawan- rek =-.

    5. saat desya SMA kemaren sih dibuang ma nyokap ke jateng, bukan masalah gag diterima di negri sih, yah lantaran pengen mandiri aja, alhamdulillah dapet sekolah favorit. Tapi sekolah dimanapun itu gag penting, yg penting tuh kalau kita punya semangat belajar pasti tetap bisa berprestasi koq 🙂
      .-= radesya´s last blog ..Gambar lagi… =-.

    6. beeh.. dulu SMA gw termasuk SMA unggulan di semua wilayah jakarta du..
      apa daya fisik sekolah ga diperbaharui kayaknya sekolah lain..
      menurut gw si fisik bangunan sekolah juga menunjang..
      buktinya sma gw itu, padahal kan bagus output2nya *tetep*
      selain itu jaksel juga wilayahnya strategis. *strategis klo mau ngegaul*

      eh.. itu SMK paling banyak akuntansi? ckckck.. mantap
      .-= presyl´s last blog ..And the Winner is… SPAIN! =-.

    7. Memang kalau untuk Jakarta, lokasi sekolah sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Kondisi lalu lintas yang selalu macet menjadi faktor utamanya. Mungkin untuk didaerah saya, lokasi sekolah tidak menjadi masalah. Btw, salam persahabatan sebelumnya dari Blogger Borneo…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CommentLuv badge