Ayam Goreng Suharti

Siapa yang suka makan ayam goreng?

Bagi pecinta kuliner terutama masakan Indonesia pasti tahu dengan yang namanya Ayam Goreng Ny. Suharti. Ayam goreng ini udah terkenal banget karena rasanya enak, dagingnya yang empuk, bumbu menyerap, dan juga kremesannya yang renyah.

Ayam Goreng Suharti Yang Mana?

Bagi yang belum tau, Ayam goreng Suharti itu sebenernya ada 2. Kedua ayam goreng suharti ini bisa kita lihat perbedaannya berdasarkan logonya. Yang satu berlogo Ny. Suharti yang mengenakan pakaian kebaya Jawa, dan yang satunya lagi berlogo 2 ayam dengan huruf S ditengah-tengahnya.

Lalu yang asli yang mana?

Sebelum tau yang asli yang mana, bisa dibaca dulu sejarahnya kenapa bisa ada 2 Ayam Goreng Suharti berikut ini yang kutip dari Majalah Tempo.

Klik!!
Ny. Suharti membuka rumah makan ayam goreng Ny Suharti di Semarang. Ia pisah usaha dengan suaminya yaitu Bambang Sachlan Pratohardjo. Sachlan menguasai semua rumah makan, termasuk nama Ny. Suharti.

“Kalau cinta melekat, tai kucing rasa coklat.” Ini bait lagu ciptaan almarhum penyanyi Gombloh, yang populer beberapa tahun lalu. Tapi, kalau cinta mulai luntur, bisnis ayam goreng Ny. Suharti ikut kendur. Lirik yang terakhir ini bukan dari Gombloh, tapi refleksi kerugian yang diderita Ny. Suharti, 52 tahun, sesudah pecah kongsi dengan suaminya Bambang Sachlan Praptohardjo.

Setelah hampir 30 tahun membina bisnis dan rumah tangga, kerja sama yang sukses itu bubar. Ny. Suharti hampir tidak kebagian apa-apa. Soalnya, semua rumah makan secara resmi merupakan milik Sachlan. Mungkin saja Suharti ceroboh, atau ia percaya penuh pada Sachlan. Yang pasti, kini Ny. Suharti hanya dapat gigit jari.

Entah bagaimana, Oktober lalu, ia membuka Rumah Makan Ayam Goreng Ny. Suharti di Semarang. Logo semula — dua ekor ayam dengan huruf S di tengahnya dan tulisan Ny. Suharti — kini, ditambah potret diri Ny. Suharti, dalam busana Jawa.

Sebelum ini, dengan logo lama, ayam Ny. Suharti, yang digoreng garing itu, sudah melanglang ke Denpasar, Jakarta, Surabaya, dan Purworejo. Peminatnya banyak. Rumah makan di Jalan Pemuda, Jakarta, yang berkapasitas 150 tempat duduk dan juga yang di Jalan Tendean — keduanya milik Sachlan — hampir selalu dipagari deretan mobil pengunjung. Rumah makan di kota lain juga sama larisnya. Lalu, apa yang istimewa dari restoran yang di Semarang? Menu ayam goreng kampung, persis sama, baik rasa maupun harganya (Rp 7.000 per ekor), dengan hidangan di rumah makan Ny. Suharti yang lain. Bedanya, “Ini usaha saya sendiri, tanpa campur tangan Sachlan,” ujar Suharti. Ia tidak mau menyebutkan nilai investasi, dan siapa penyandang dananya. Ny. Suharti juga bukam soal kerugian uang dan materi, yang dideritanya. Hanya, Ia tak merahasiakan penyebab pecahnya usaha, yakni hadirnya orang ketiga. Katanya, diam-diam Sachlan mempunyai isteri simpanan di Jakarta. Akibatnya, Sachlan, mengurus dua rumah makan di Jakarta, tak lagi pulang ke Suharti di Yogya. Maka, terjadi perang dingin. Anehnya, suami isteri yang mempunyai empat anak itu, belum resmi cerai.

Sementara itu, perebutan harta keluarga terus berlangsung. Menurut Suharti, suaminya bertindak curang. Ia menguasai semua rumah makan, termasuk nama Ny. Suharti, yang menjadi logo usaha. Sachlan menurunkan semua potret Suharti dari dinding restoran. Tapi, nama Suharti, yang merupakan kunci sukses, dibiarkan tetap terpasang. Padahal, menurut sang Nyonya, nama itu sudah termasyhur sebelum ia menikah dengan Sachlan. Ketika rumah makan yang pertama dibuka, nama Ny. Suharti lah yang dipasang. Soalnya, nama itu sudah dikenal di Yogya dan Sala.

“Tidak pernah terpikir oleh saya, akan begini jadinya,” sesal Ny. Suharti. Pernyataan ini dibantah oleh Sachlan, yang ditemui di Jakarta. Menurut dia, ketika menikahi istrinya, Suharti hanyalah bakul (pedagang), yang menjajakan ayam goreng buatan kakaknya, Mbok Berek, yang memang tersohor di mana-mana. Sachlan, yang ketika itu pegawai Pemda Yogya, jatuh hati pada janda tiga anak itu, dan menikahinya. Berbekal gaji sebagai pegawai Pemda, Sachlan mengaku dapat membeli tanah di Jalan Adisucipto, Yogya, tempat rumah makan yang pertama, dibangun. “Uang pembelian dari saya, jadi tanah dan ijin usaha itu atas nama saya,” katanya. Bahkan, resep ayam goreng dan sambal pun, diakui Sachlan, sebagai hasil ulekannya, yang sudah dimintakan paten sejak tiga tahun lalu. Jadi, mengapa memakai nama Suharti? “Yang namanya Ny. Suharti kan tidak hanya dia. Lagi pula itu sekadar nama,” begitu Sachlan mengelak.

Jadi ternyata mereka bercerai karena ada pihak ketiga toh..
*infotainment mode on*

Terus yang lebih enak yang mana?

Bagi yang pernah merasakan keduanya, mungkin bisa merasakan perbedaannya. Konon sih yaa, Ayam Goreng milik Suharti (yang berlogo Suharti) itu lebih enak dibandingkan dengan milik mantan suaminya. Kalo saya sih setuju, soalnya ayam goreng Suharti milik mantan suaminya itu nampaknya kremesnya kurang, dan dagingnya juga kurang cerah.

Tapi, yang namanya rasa itu kan subjektif banget kan.. nah menurut kamu enakan mana?

[poll id=”3″]

    85 thoughts on “Ayam Goreng Suharti

    1. setau gw malah lebih familier yang punya suaminya!
      dan setau gw di sekitar2 gaul gw di surabaya gw cuman nemu yang simbol ayam 2 ituuu!
      enak2 aja, enak lagi kalo di gratisin ridu! :p :ayuk2:

      1. @jivatrosidi, nah kalo gue tebalik, gw awalnya tahu yang punya ny. suharti-nya.. keknya di jakarta lebih banyak yang berlogo potret itu deh daripada yang punya suaminya..

        kalo gratis emang enakkk :gemes:

    2. iyah..gw jg bru tau kmrn wktu sodara gw (yg punya resto “ayam kalasan” temennya suharti) nyeritain kisah c suharti yg curhat ke eyank kalasan..
      :))

      baguuss!!
      tp katanya lebih enakan yg ibunya drpd mantannya..hehe..

    3. Ooo…gitu toh ceritanya. Pantes gw rada bingung. Ko’ logonya beda yg di Jl. Pemuda sama di Jl. Cawang. Secara…dulu tuh bokap pernah kerjasama. Eh..maksudnya, bokap pernah taro dagangan (sate paru goreng) di RM yang di Jl. Pemuda.
      Btw..klo mo pesen Sate Paru goreng, hubungi gw aja ya..!! (loh ko’ malah promosi??) ๐Ÿ˜
      .-= Bieb´s last blog ..Twitter oh twitterโ€ฆ =-.

      1. @presy__L,
        eh….mbana kl ngomong kok pinter bgt y…..
        kl g tau sejarahna g usah asal ngomong dech mba….
        ntar mbana lho yang kualat ngatain orang selingkuh…….huhuhuhu :egp:

    4. Ga pernah nyoba makan di situ ๐Ÿ˜

      Eh, yang di Tendean itu kayaknya punya menu baru: bebek goreng.. gara-gara ayamnya kurang enak kali ya? ๐Ÿ˜›

    5. kalo makan ayam goreng suharti saya teh yg di jl. Cipaganti Bandung ituh Du.. Enyak emang. Ntar mo nyobain yg Ny. Suharti ituh ah..

      Ooo jadi gitu ceritanyah.. *manggut-manggut* :gatau:

    6. Padahal kemarin saya baru bahas ini dengan suami lho, Du. Saya kan pengen makan ayam suharti di pemuda tp suami blg lebih enak yg satu lagi, yg pake gambar si mboknya… ๐Ÿ™‚
      Entah ya, saya aja blm makan di AGS Pemuda itu, gimana bisa tahu mana yg lebih enak?

    7. di jambi blom ada…tapi gw beberapa kali nyobain di Bandung ya yang logo Ibu Suharti itu… enak sih..tapi gak bisa ngebandingin karena belum pernah nyobain yang satu nya ๐Ÿ™‚

    8. kalo yang ada gambar ayam tuh aku belum pernah coba sih, untuk yang logo gambar orang itu aku pernah bikin sketnya ๐Ÿ™‚

      sket ridu kapan ya hhhooh

    9. Du…aku juga suka banget ayam goreng suhati…pernah malah beberapa kali nyobain bikin kremes tapi gak bisa kayak kremesnya ayam goreng suharti ๐Ÿ™

      jadi laper huhuhuhuhu…
      .-= Ria´s last blog ..Sebuah Permintaan =-.

    10. Bisa terpecah diantara dua Brand yang sama yah,, untung bisa dibedakan sama LOGOnya,,

      btw…
      kalau mantan suaminya masih menggunakan restauran miliknya dengan nama mantan istrinya,, jangan2 beliau masih cinta sama mantan istrinyaa..

      wuaaahh
      CLBK.. hihiii

    11. yang mana saja? yang saya tahu di jogja milik Ibu suhartinya asli, enak, tapi muahal rek… ayam komlit 60 ribu sendiri itu pun harus saya habiskan bersama bapak. hehe

    12. keren banget sekarang blog bang ridu…
      sayang ga bisa berguru lagi…kalo dulu kan boleh nyontek sama bang riduuuu

      hihihihi….

      selamat menjadi blogger sejati…
      eh salah…

      blog seleb yaaaa…
      hehe

      salam dari Blogger di bengkulu…

      1. @didut,anih
        makana cobain dech…..
        ntar pasti ketagihan ma mantan suaminya…..eh salah ….ma ayamna mantan suaminya hahahaha
        pokokna maknyus dech punya mantan suaminya…… :gila:

    13. Mudah-mudahan bisnis kedepannya Ayam Goreng Ny Suharti pakai Ayam organik probiotik biar tambah laris dan oke…….sehat dan mantap amin salut buat Ny Suharti dan Suami

    14. iseng2 gan mo nawarin tnh dijln Ir H Juanda bekasi bulak kapal lokasi strategis luas 575m SHM dpn pom bensin bulak kapal baru cocok bgtz buat rmh makan gan pm ane yaa? atau tel 021 32336026

    15. episode 1…..
      woii,,,frend, buka bersama dimana? tempat pada pull,,,rada pusing cari t4. mikir cari dkt yg ga macet…. “triiing” di suhartini cilandak,,,nyuuuk nyobaiin,, ๐Ÿ˜ฎ (smsin dech temen2 niat makan disono) :tipi:
      episode 2….
      tar gw ceritain low gw dah kesana….besok sabtu,,,, :bobo:

    16. Kemarin malam makan ayam goreng suharti yang ada logo bu suhartinya :charming: …enak cuma gw prefer ayam goreng yang minyaknya ga terlalu banyak..kalo bisa kering.. :ayuk2: (ada gak ya???) :love:

    17. ayam goreng suharti…
      hmmmm….enak bgd…
      klo di semarang yg punya bu suharti donk..mantaaab ๐Ÿ˜‰

    18. Nanti klo suami istri ini rujuk lagi, logonya apa yah kira kira? masa 2 ayam lagi matuk matuk foto ny. suharti ya? hehehehe di flores gak ada banggggg

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CommentLuv badge