Salah satu instrumen di pasar modal adalah Saham (Stock). Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan kata lain, saham itu adalah bukti keikutsertaan memiliki perusahaan. Jadi kalo kita punya saham di PT Ogah Rugi, maka kita adalah bagian dari pemilik PT Ogah Rugi.
Saham itu ada 2 jenis, yaitu Saham Biasa (Common Stock) dan Saham Preferen (Preferred Stock). Bedanya sih cuma kalo Saham Preferen itu lebih istimewa dibandingin sama saham biasa, misalnya selalu diprioritaskan dalam pembagian deviden, mempunyai hak veto dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan pokoknya selalu diutamakan deh.
Harga saham sih sebenernya murah kok, Contohnya Latinusa pada saat IPO harga sahamnya adalah sebesar Rp 315 – Rp 405 per lembarnya. Nah yang mahal biasanya saham-saham unggulan. Telkom aja itu harga sahamnya Rp 8.000 – Rp 9.000-an.
Tapi.. kita gak bisa beli 1 lembar saham gitu aja, minimal pembelian saham itu adalah sebanyak 1 lot. 1 lot = 500 lembar. So kalo tertarik, tinggal hitung harga perlembar saham tertentu dikalikan 500, dan juga pastinya ditambah dengan biaya-biaya lain, salah satunya adalah biaya pialang (pihak yang membantu untuk memperjualbelikan saham di bursa).
Keuntungan dari berinvestasi saham itu ada dua:
- Deviden. Deviden adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Besarnya deviden ini bervariasi tergantung besar kecilnya laba perusahaan. Biasanya diputuskan pada saat RUPS.
- Capital Gain. Yaitu adalah keuntungan dari kita menjual saham kepada pihak lain. Misalnya kita beli saham PT Ogah Rugi Rp 100, kemudian pada saat harga Rp 150 kita lepas (jual) maka kita untung Rp 50/saham.
Selain keuntungan, ada juga donk risikonya:
- Apabila perusahaan mengalami kerugian dalam suatu periode, maka kita tidak memperoleh dividen untuk periode itu. Dan apabila perusahaan mengalami kebangkrutan, maka wassalam

- Capital Loss, yaitu lawan dari capital gain, artinya ternyata saham PT Ogah Rugi menurun, menjadi Rp 50 sedangkan dulu kita beli dengan harga Rp 100. Maka ketika kita jual maka kita rugi Rp 50/lembar.
Anyway bagi yang belum pernah melihat wujud saham, ini salah satu contoh lembar saham (klik gambar)
Nah ini contoh bentuk deviden yang berupa cek 
Oke, itu aja uraian singkat tentang saham, ditunggu kelanjutannya kapan-kapan
Diposting pada tanggal 21 November 2009 pukul 8:28 pm dalam kategori Kuliah, RiEducation. Kamu bisa mengikuti perkembangan komentar postingan ini melalui RSS 2.0 feed. Kamu dapat Meninggalkan komentar, atau trackback dari situs kamu.







Ada 45 Komentar untuk “Surat Berharga dan Surat Nikah”
[Reply]
siucup´s last blog ..Cerita Disuruh Kawin, eh Nikah!!
[Reply]
siucup´s last blog ..Cerita Disuruh Kawin, eh Nikah!!
[Reply]
[Reply]
[Reply]