Intercultural Dialogue – Part II
Tanggal publikasi: 3 May 2008Kategori: BC Blog Competition - ICD, News, Philippines
Selamat malam pemirsa, kembali lagi bersama saya Najwa Shihab dalam acara Today’s Dialogue Intercultural Dialogue.
Yup kembali lagi nih, kali ini masih ngebahas tentang Intercultural Dialogue. Karena sebelumnya merupakan “appetizer” maka postingan kali ini merupakan “main course”. Jadi bagi yang baru bergabung, biar gak kaget, bisa mencicipi appetizernya dulu, baru deh ke main coursenya. hehheheh..

Gambar diambil dari sini
Pada postingan Intercultural Dialogue Part I yang lalu, ternyata banyak komentar yang menarik antara lain seperti di bawah ini :
wah, asyik bener kalau bisa terus melakukan dialog budaya antarnegara. yang pasti kalau menurutku, dialog semacam itu bisa jadi media utk membangun sebuah tatanan dunia yang lebih damai dan berbudaya karena ada keterikatan emosional anternegara sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Kenapa bangsa lain yang b inggrisnya gak lebih baik dengan kita lebih maju ya? Katanya sumber referensi ilmu banyakan dari negeri bule
Dan komentar-komentar yang lain bisa dilihat pada postingannya.
Wah, setuju banget tuh sama Pak Sawali, dialog budaya antarnegara itu bisa menciptakan keterikatan emosional antarnegara, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Seringkali hanya gara-gara kesalahpahaman bisa mengakibatkan perpecahan, ya seperti yang pernah terjadi antara bangsa kita dengan Malaysia.
Lalu menanggapi komentar masowen, sebenarnya dulu ridu juga berpikiran bahwa “English Country” itu lebih maju dibandingkan “Non-English Country”, tapi setelah melihat Filipina, dimana bhs. Inggris merupakan bahasa resminya disamping bhs. Tagalog sehingga masyarakatnya mahir dalam berbahasa Inggris (Pengemis dan gelandangan di Filipina itu pada jago bhs. Inggris lho..) dibandingkan dengan Korea Selatan yang banyak warga negaranya sengaja belajar bhs. Inggris di Filipina, kira-kira majuan mana? Korea Selatan atau Filipina?
Oke, balik lagi ke topik. Ternyata British Council bukan tanpa alasan menjadikan Intercultural Dialogue itu sebagai topik dalam kompetisi blogging tahap pertama ini, ternyata yang mendasari (menurut ridu) salah satunya adalah Uni Eropa menjadikan tahun 2008 sbg “European Year of Intercultural Dialogue” dgn slogan “Together in Diversity”. Wah hampir sama banget yah sama semboyan negara kita “Unity in Diversity” yang berarti “Bhineka Tunggal Ika”
Eniwey, ngomongin soal Intercultural Dialogue, sewaktu ridu di UM tepatnya di ILS, itu sempat digelar acara dialog antarbudaya kecil-kecilan. Jadi pas kuliah, sang Dosen membuka diskusi. Topiknya lumayan bagus yaitu tentang Budaya Indonesia. Pertama sih tentang budaya Indonesia, namun kok lama-lama malahan lari ke Agama. Oke jadi tepatnya seperti di bawah ini (agar lebih mudah, langsung ditranslate ke bhs. Indonesia)
Keterangan : D = Dosen, R = Ridu, K = Mahasiswa Korea
D : Ridu, bisa diceritakan ttg negara asal kamu?
R : Ok, ridu dari Indonesia, tau Indonesia kan? (nengok ke Mhs. Korea)
K : Indonesia? (rada bingung)
R : iya, yang ibukotanya itu Jakarta?
K : Jakarta? hmm.. (makin bingung)
R : Oke, tau bali kan?? (semoga dia tau.. *berdoa*)
K : Bali, oh iya tau..
R : =_=’
K : Bali adalah tempat yg indah sekali
R : yeah, di Korea ada gak tempat kaya Bali?
K : oh, ada! namanya Pulau Jeju, tempatnya Indah banget.
Fakta 1 : Ternyata Bali lebih terkenal daripada Jakarta atau bahkan Indonesia Sendiri =_=’
Lalu dosen memberikan pertanyaan baru.
D : Kondisi budaya Indonesia itu kaya gimana sih?
R : Indonesia itu dibagi dalam 33 provinsi, dimana tiap provinsi itu mempunyai budaya dan bahasa yang berbeda-beda, Jadi Indonesia itu sangat kaya akan budaya.
D : Wew, nice.. Ada teman saya yg pernah ke Indonesia, dia komplain kalo dia itu kesusahan dalam komunikasi, banyak tempat-tempat umum yang ternyata orang-orang di sana itu tidak bisa berbahasa Inggris. jadinya dia itu repot banget kalo ke supermarket, hotel dan tempat lain.
R : Bhs. Inggris di Indonesia bukan merupakan bahasa utama atau bahasa kedua, karena Indonesia terdiri dari beragam budaya dan bahasa. Terutama kalau di daerah, kami biasanya menggunakan bahasa daerah kami masing-masing, nah baru ketika kami berbincang dengan orang yang bukan dari daerah kami, kami akan berbicara dalam bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Inggrispun sangat jarang sekali dalam kehidupan sehari-hari kami, mungkin hanya pada saat-saat tertentu, seperti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran bahasa Inggris. Tidak seperti Filipina yang menjadikan bhs. Inggris sebagai bahasa utamanya.
D : ooh gitu yah..
Fakta 2 : Provinsi di Indonesia ada 33 (yee.. semua orang udah pada tau,, dodol!!) =_=’ simpulin sendiri deh faktanya apa
Trus dosen nanya lagi,,
D : Ridu, Indonesia itu kan mayoritasnya muslim, kamu muslim juga?
R : Yup, saya muslim.
D : Denger-denger muslim itu boleh menikah lagi yah?
R : Maksudnya poligami??? (terperanjat kaget sama pertanyaannya)
D : iya, punya istri lebih dari satu.
R : ok, sebenarnya tidak semua muslim bisa berpoligami, ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi oleh muslim itu agar dapat menikah lagi. Selain harus bisa bersikap adil, juga harus sanggup menafkahi seluruh anggota keluarganya. Dan yang terpenting adalah ada izin dari istri pertama. Jadi gak sembarangan orang bisa berpoligami.
D : Tuh, kalo mau punya istri banyak, kamu jadi muslim aja (sambil nengok ke Mhs Korea yg atheis)
R : =_=’
Fakta 3 : Hufh.. ternyata muslim dikenal dengan Poligaminya =_=’

Dosen dan mahasiswa
biar gak ditanya yg aneh-aneh, ridu akhirnya yg memulai pertanyaan ke Mhs. Korea
R : Bagaimana dengan kamu, apakah kamu percaya kalo Tuhan itu ada?
K : Kadang-kadang, ketika lagi kesusahan, kaya lagi gak punya duit, trus diputusin cewe, saya akan bilang : “Tuhan, aku gak punya duit..” atau “Tuhan aku lagi kesepian”
R : ooh gitu, trus kok bisa gak punya agama?
K : gak tau juga, saya udah kaya gini dari kecil kok, dari orang tua.
R : ooh gitu (gak diterusin, soalnya sensitif)
K : tapi banyak juga sih temen yang masuk Katholik
Fakta 4 : Orang atheis ternyata percaya kalo Tuhan itu ada, nice..
R : Btw, gimana pendidikan di Filipina (nanya ke dosen yg emg orang Filipin)
D : Di sini, sekolah hanya ada dua tingkatan, yaitu Elementary School, lalu High School. Elementary School itu dari kelas 1 sampai kelas 6, sedangkah High School, itu dari kelas 7 sampai kelas 10. Jadi sekolah hanya 10 tahun. Setelah itu baru melanjutkan ke Universitas.
R : wah, beda sama di Indonesia donk, Indonesia itu sekolah itu 3 tahapan, yaitu Elementary School (6th), Junior High School (3th) dan Senior High School (3th), jadi menghabiskan waktu 12 tahun untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah. Baru bisa melanjutkan ke Universitas.
D : ooh gitu yah, hmm.. kalo gitu di Filipin itu sarjananya itu lebih muda dari Indonesia
R : wah iyayah.. enak donk bisa cepet lulus
Fakta 5 : Mahasiswa di Filipina itu kuliah menggunakan seragam layaknya anak-anak sekolah, hanya Universitas yang paling elitlah yang gak pake seragam (ini emang gak nyambung, tapi ini beneran lho..)
Yup, itu cuplikan dialog antarbudaya, kalo dilihat sih ada 3 pihak yg terlibat, yaitu Indonesia (Ridu), Filipina (Dosen) dan Korea (Mahasiswa Korea). Dialog yg dilakukan tersebut sifatnya santai, jadi walaupun pertanyaannya serius-serius, ya tapi ada selingan dikit-dikit becandanya.
Seneng deh bisa dialog antarbudaya kaya gini, bisa nambah pengetahuan dan bisa juga meningkatkan rasa “Cinta Tanah Air” kita, menyadari bahwa negara kita itu sangat kaya akan budaya. Nah selain itu, seneng juga dapet pertanyaan yang kayanya memojokan gitu, contohnya poligami, tapi dengan terlontarnya pertanyaan itu, kesempatan yang bagus banget buat ridu untuk meluruskan persepsi yang miring.
Dan pastinya, kebukti banget kan pernyataan Pak Sawali sebelumnya. Coba kita sering melakukan dialog antarbudaya dengan negara lain, khususnya negara yang serumpun dengan kita. Pastinya bisa terhindar dari konflik kepemilikan budaya.
Oke See U next with our “Dessert”

Taksi di Manila semua bertuliskan semboyan “Bayan Ko Sagot Ko”
yang artinya : “I will be responsible for my country”
Diposting pada tanggal 3 May 2008 pukul 2:35 am dalam kategori BC Blog Competition - ICD, News, Philippines. Kamu bisa mengikuti perkembangan komentar postingan ini melalui RSS 2.0 feed. Kamu dapat Meninggalkan komentar, atau trackback dari situs kamu.





Ada 64 Komentar untuk “Intercultural Dialogue – Part II”
Hmm.. sebenernya mo posting tadi malem, eh karena ada pengangkatan Asisten baru, ya jadinya baru pagi-pagi buta ini deh postingnya..
Selamet yah buat yang udah diangkat jadi Asisten..
oh ya satu lagi.. met ultah buat Cumi-cumi Sweet 17 niy..

[Reply]
ridhoyp’s last blog post..Sisoftware Sandra
[Reply]
ridhoyp’s last blog post..Sisoftware Sandra
[Reply]
dari fakta2, kasian juga yah, turis di Indonesia..
dari fakta3, kayaknya mereka beranggapan begitu, karena abis nonton ayat2 cinta kali ya…
dari fakta4, ck..ck.. :bodo:
dari fakta5, berarti univ di Indonesia, elit semua dong…pada gak pake seragam..
[Reply]
Indonesia itu bali to ?
[ Nugraha ]’s last blog post..?Rumah Baru? Nugraha
[Reply]