Lebaran 2007

Kalimat "Lebaran sebentar lagi" sudah terlewati, hari yang dinanti-nanti selama ini sudah lewat, Lebaran 2007 ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya dalam hal penetapan jatuhnya tanggal 1 Syawal, di lingkungan rumahku, banyak juga yang merayakan tanggal 12 Oktober 2007, sedangkan Pemerintah menetapkan tanggal 1 Syawal itu jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007, ya berasa puasa pada tanggal 1 Syawal aja, soalnya ketika sahur, saya diiringi suara takbir dari Masjid dan Musholla dekat rumah.

Idul Fitri tahun ini terasa lebih ramai, soalnya paman dan bibi saya pada gak mudik, berbeda dengan tahun lalu yang mereka semua mudik, sehingga rumah nenek sepi banget. Hari keduanya saya ziarah kubur seperti biasanya, tapi untungnya semalam tidak hujan, sehingga TPU tidak becek (belok) soalnya tiap tahun seperti itu, jadi kalau habis pulang ziarah itu oleh-olehnya adalah tanah yang pada nempel di bawah sendal.

Sisa liburan hanya dihabiskan dengan tidur-tiduran dan bermalas-malasan, bingung mau ngapain, jadinya lagu yang cocok untuk saya adalah "Wake Me Up When Holiday Ends", sampai akhirnya hari Kamis, 18 Oktober 2007 saya harus datang ke kampus dalam rangka Halal Bi Halal, gak tau perasaannya sedih atau senang ketika liburan berakhir.

Selama liburan ini, jalanan Jakarta, lancaaaaar banget, Yang biasanya perjalanan memakan waktu 1 jam, bisa cuma 45 menit bahkan 30 menit. Coba tiap hari bisa kaya gitu.

Tapi sayangnya liburan ini banyak rencana-rencana yang gagal, padahal kan sudah direncanain sebelumnya. Mohon maaf deh untuk temen-temen, jadinya rencana kita gagal deh!

Habis lebaran, jumlah penduduk DKI pasti bertambah. Banyak diantara mereka yang setelah mudik membawa keluarga atau kerabat mereka ke Jakarta dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari tempat asal mereka. Tapi rata-rata mereka yang datang tidak membawa bekal keahlian dan pendidikan yang cukup. Dengan bermodalkan nekat, mereka datang dan mencari pekerjaan di Jakarta. Ya sih gak mungkin kita melarang mereka datang ke Jakarta, itu juga hak mereka untuk datang dan hidup di Jakarta. Tapi banyak dari mereka yang terperangkap di Jakarta. Mereka tidak bisa pulang ke kampung mereka karena ternyata dengan datang ke Jakarta tidak membawa mereka ke arah yang lebih baik, tapi sebaliknya. Banyak yang ingin pulang ke kampung asalnya, namun tidak mempunyai biaya yang cukup untuk kembali ke sana.

Intinya kita memerlukan keahlian dan pendidikan yang cukup untuk bersaing di Ibu Kota, kalau tidak ya akan tersisihkan dan akan berkata "Ibu Kota Lebih Kejam daripada Ibu Tiri" (emangnya bener ya istilah itu, Soalnya saya gak punya ibu tiri, jadi gak tau lebih kejam siapa! emoticon

    One Response to “Lebaran 2007”

    1. online says:

      perlu menyemak:)

    Leave a Reply

    CommentLuv badge