Welcome To Jakarta

Kemarin (13 Maret 2007), merupakan hari yang saya tunggu-tunggu, karena pada hari itu saya akan bertemu dengan sahabat saya, Yusuf Rahman Hakim. Sekarang dia tinggal di Tasik dan kebetulan pada tanggal tsb dia akan datang ke Jakarta dalam rangka study tour dari SMA-nya. Setelah saya tahu bahwa dia akan datang ke Jakarta, maka saya tanya rangkaian tempat2 yg akan dikunjunginya. Karena sebisa mungkin saya bisa bertemu dgn dia. Tempat2 yang akan dikunjunginya diantaranya Kebun Raya Bogor, Dufan (Ancol), TMII, Planetarium dsb. Diantara tempat yg disebutkannya tadi, saya bertanya, apakah dia akan berkunjung ke Monas? Karena letak Monas itu tidak terlalu jauh dan mudah diakses dari rumah. Mengingat ada ungkapan "Jangan mengaku pernah ke Jakarta kalau tidak melihat Monas", maka sebelum dia menjawab, saya sudah yakin kalau dia akan ke Monas.

Monumen Nasional (Monas) Jakarta

Akhirnya hari Minggu dia memberikan jawaban bahwa dia akan mengunjungi Monas, emoticon Berarti peluang untuk ketemu dia itu besar banget donk! Ya sudah akhirnya saya nyusun rencana untuk hari Selasa, Dia akan sampai di Monas sekitar pukul 13.00 WIB atau ba’da Dzuhur gitu, ternyata jam segitu saya ada kuliah, jadinya saya harus bilang ke dosen ybs untuk izin tidak mengikuti kuliahnya dan saya memberikan alasan yang jujur.

Hari selasa pun tiba, pukul 11.00 WIB saya sudah berangkat menuju Monas, dengan menggunakan bus kota dan Bus TransJakarta! Lumayan sudah lama tidak naik busway, jadi sekalian jalan2, Nah karena waktu menunjukkan belum sampai pukul 13.00, maka saya memutuskan untuk shalat dulu di Masjid Istiqlal, saya pernah lihat ada halte busway di dekat masjid Istiqlal, jadinya saya turun di Halte Harmoni dan transit ke Busway yang jurusan Kalideres, dan turun di Djuanda tepat di samping Istiqlal.

Di istiqlal, saya lumayan lama menunggu dan karena sudah mulai bete, maka saya mulai berjalan ke Monas, dengan maksud agar nanti pas saya sampai,dia juga sampai. Tapi ternyata setelah saya  telpon, dia masih di jalan. Ya sudah saya tunggu di Halte depan RRI, ketika menunggu waktu, di depan saya ada rombongan Wapres yang dikawal oleh Paspampres dan kemudian disusul rombongan Presiden yang dikawal juga oleh paspampres, jadinya bisa melihat Presiden dan Wapres dari jarak 3 meter walau dalam waktu sebentar. Lumayan gak sengaja bisa ketemu Presiden dan Wapres.

Lalu saya telepon teman saya, ternyata dia sudah ada di parkiran Monas, lalu saya bergegas ke sana, sebelum sampai disana, cuaca di kawasan Medan Merdeka sangat gelap, pertanda akan turun hujan, saya sangat berdoa agar hari ini tidak hujan. Rupanya doa saya dikabulkan. Saya belum ketemu juga dengan dia, karena misunderstanding, masalah tempat yang benar2 belum dimengerti oleh kita berdua. tapi akhirnya setelah saya bolak-balik ke tempat parkir, saya bisa ketemu dia.

Seneng banget akhirnya bisa ketemu sama dia, soalnya kira-kira 1 tahun yang lalu saya terakhir kali ketemu dengan dia. Kita pun saling tanya kabar masing-masing dan terus berbincang sampai akhirnya kita melihat orang-orang berlarian dari utara menuju selatan. Saya kaget, saya kira mereka berlarian karena ada tsunami atau apa, ternyata karena ada hujan, jadi hujan itu tidak rata dan mulai menyebar dari arah utara ke selatan, ya sudah kita berdua lari untuk berteduh.

Setelah hujan reda, kita berjalan menuju tugu Monas karena pacar dia ada disana, kami pun masuk ke Monas, dan ini merupakan pertama kali saya masuk ke Monas setelah bertahun-tahun tinggal di Jakarta. Jadi malu deh..emoticon

Tanpa terasa ternyata waktu sudah pukul 16.00 itu berarti saya tidak bisa mengikuti kuliah pukul 17.00, tak apalah toh saya gak tiap hari bolos seperti ini! Disana saya dikenalkan dengan teman2nya dan juga pacarnya. memang awalnya agak canggung gitu, tapi pede aja.

Jadi inget masa2 lalu, yang mana saya sering ngobrol-ngobrol gitu sama dia, dia sih katanya ada niat untuk kuliah di Jakarta, tapi sayangnya kuliah di Jakarta itu mahal. Tapi saya kasih alternatif untuk cari beasiswa kuliah di Jakarta, karena dia memang termasuk siswa yang berprestasi. Semoga aja deh dia bisa kuliah di sini. Biar bisa bareng lagi.. hehehe emoticon

Pokoknya hari itu seneng banget deh, walaupun udah bolos 2 kuliah, terus udah cape jalan kaki dari Istiqlal ke Monas dan juga lama menunggu, trus pulang2 macet banget tapi semua itu terbayar dengan pertemuan di hari itu. (mungkin anda berpikir bahwa ini merupakan hal yang gak penting)

Tidak terasa ternyata waktu pula yang memisahkan kami, untuk kenang2an saya memberikan beberapa oleh-oleh dari Filipina yang masih saya punya. Kemudian dia memberikan saya Pin (badge) Persib gitu, (walaupun saya bukan bobotoh). Lalu kami foto-foto dengan background Monas.

Semoga lo baca blog ini bro! dan pesan untuk lo: semoga ini bukan kunjugan lo yang terakhir ke Jakarta yo! dan semoga suatu saat nanti gw berkata "Welcome back to Jakarta" emoticon 

    One Response to “Welcome To Jakarta”

    1. Dukung KPK says:

      Apa yang saya pikirkan dari tulisan ini benar-benar
      berguna untuk kami. Terima kasih, kami harap pada artikel selanjutnya
      pasti lebih menarik lagi. Sukses untuk Anda!
      Dukung KPK recently posted…Dukung KPKMy Profile

    Leave a Reply

    CommentLuv badge