Pernah gak kepikiran sewaktu kita hendak pergi ke kampung halaman (mudik) atau ke kota lain untuk berkunjung ke tempat saudara dan handai taulan kita mempersiapkan oleh-oleh untuk orang yang kita kunjungi nanti?
Atau setelah kita berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata atau tempat lain, kita membawa sesuatu untuk orang-orang di rumah kita?
Pasti semua orang akan mempersiapkan hal yang satu itu, oleh-oleh. Masing-masing orang berbeda-beda dalam mengartikan seberapa pentingnya oleh-oleh. Ada yang gak akan pergi dulu kalau belum membawa oleh-oleh atau bahkan tidak akan pergi jika tidak membawa oleh-oleh karena takut mengecewakan orang yang akan kita kunjungi. Tapi ada juga yang menganggap bahwa oleh-oleh itu bukan merupakan prioritas utama, jadi tergantung rejeki yang kita dapatkan.
Tiap daerah mempunyai oleh-oleh yang khas sehingga ditiap daerah mempunyai oleh-oleh yang berbeda-beda. Seperti oleh-oleh khas Bandung adalah Peuyeum, oleh-oleh khas Yogyakarta adalah Bakpia, kalo khas Semarang adalah Lumpia atau Bandeng Presto. Tapi bagaimana dengan oleh-oleh khas Jakarta?
Saya juga bingung oleh-oleh yang cocok dari Jakarta apa ya? Sebenarnya banyak sekali makanan khas Jakarta, seperti : Kerak Telor, Roti Buaya, Kue Putu, Laksa Pesisir, Gado-gado, Soto Betawi, dll. Tapi apakah kita akan membawa Gado-gado, Kerak Telor, Roti Buaya untuk oleh-oleh?

Sebagai alternatif pilihan, saya biasanya kalau pulang kampung saya membawa makanan yang tidak ada di kampung saya, tidak peduli apakah itu khas Jakarta atau bukan. Seperti buah-buahan yang jarang, atau makanan modern (fast food) yang kebetulan tidak ada di kampung saya, seperti Pizza, Dunk** Donut, dsb. Jadinya ada kesan unik bagi orang yang menerimanya.
Tapi bagaimana kalau kampung kita juga merupakan kota besar yang banyak terdapat fast food dan tersedia segala jenis makanan dan buah-buahan? Alternatif selanjutnya adalah kita membuat makanan khas kita sendiri, yang saudara-saudara kita sudah mengenal bahwa kita piawai sekali dalam membuat makanan tersebut, seperti kue-kue atau makanan yang lain.
Yah pada akhirnya setiap orang akan berbeda-beda dalam menangani masalah ini. Mungkin bagi temen-temen yang punya ide bagus, bisa di-share kpd ridu?
Diposting pada tanggal 19 February 2007 pukul 7:10 am dalam kategori Did U Know?. Kamu bisa mengikuti perkembangan komentar postingan ini melalui RSS 2.0 feed. Kamu dapat Meninggalkan komentar, atau trackback dari situs kamu.




Ada 11 Komentar untuk “Oleh-Oleh Khas Jakarta”
[Reply]
April 10th, 2010 at 10:04 am
Itu makanan kering atau basah
harganya berapa?
Tolong info/call di 08123288393
Saya saat ini tinggal di hotel ibis arcadia jl. kh.wahid hasyim tapi hari selasa udah check out
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
Home industry kripik kentang
Cikajang – Garut – Jawabarat
Mencari agen pemasaran untuk keripik kentang produk kami.
Keripik kentang matang :
– Rasa original
– Rasa keju
– Rasa ayam panggang
– Rasa pizza
– Rasa barbeque
Harga :
1 bal= 5 kg x Rp. 47.000 = Rp 235.000
1 kg = Rp. 47.000
2 ons = Rp. 11.000
1 ons = Rp.6.000
packaging menggunakan plastik transparan jenis pp10 kedap udara,sudah tertera tanggal kadaluarsa
Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
Ongkos kirim di tanggung pemesan.
Hub.bagian pemasaran.
CHRISTIAN
Telp. 081320648018 atau
E-mail : Christian.heryadi@ gmail
http://Rengganisco.indonetwork.co.id
Facebook:chrisian heryadi
keripikkentang2blog.jpg
[Reply]
[Reply]
Kalo perlu oleh-oleh khas Jakarta, bisa coba rengginang buatanku…enak dan ngga malu-maluin..hehe..50 pcs @ Rp. 15.000. Minimal pemesanan 3 pack, akan diantar.
Silahkan hubungi saya di no hp. 0857 82496338.
Terima kasih.
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]